Tampilkan postingan dengan label Walkthrought. Tampilkan semua postingan
Teknik High Key Dan Low Key Dalam Fotografi
By : Reyn
High key dan low key adalah istilah yang digunakan untuk
mendefinisikan exposure yang dominan terang atau gelap. High key adalah
foto yang secara garis besar memiliki tone yang terang. Sementara foto
yang sebagian besar areanya gelap, disebut low key. Mungkin anda akan
mengira karena sifatnya, foto dengan high dan low key tidak banyak
memberi kesan, namun sebenarnya foto seperti ini dapat menampilkan hasil
yang memukau.
A Minimalist Self Portrait by Inna Geasuha on 500px.com
High key adalah gaya fotografi dimana gambar didominasi oleh warna putih atau terang dengan kata lain sedikit mid-range. Sementera low key adalah dimana subjek dikelilingi oleh warna gelap dengan sedikit highlight. Keduanya menggunakan kontras secara intensif dan dapat digunakan untuk membuat mood yang berbeda. Foto-foto high key cenderung ringan dan terang, dan dianggap positif, sementara foto-foto low key seringkali memberi efek dramatis.
Foto-foto high key memiliki sedikit atau sama sekali tidak memiliki
shadow dan kurang kontras, subjek ditampilkan dalam warna yang terang
dan hampir sama dengan backgroundnya. Ada sedikit middle tone dan
seringkali tone warnanya hampir sama pada keseluruhan gambar. Salah satu
subjek high key yang bagus adalah potret orang, subjek difoto dengan
latar belakang putih dan biasanya memakai baju putih atau yang berwarna
terang. Tingkat exposure biasanya tinggi, tapi gambar jangan sampai
overexposure.
Sounds of Sarah by Ray Akey on 500px.com
Foto-foto low key memiliki tone yang gelap dan biasanya didominasi warna hitam. Perhatian khusus diberikan pada bentuk dan lengkungan si subjek - seringkali ditekankan pada highlight - untuk membuat gambar terlihat menarik dan memukau. Foto low key seringkali memiliki tingkat kontras yang tinggi.
Sebelum memotret, sebaiknya anda memahami apakah subjek yang akan anda
foto cocok untuk gambar high key atau low key. Kamera mengukur reflected
light, berlawanan dengan incident light (lihat kembali tentang metering),
jadi kamera tidak bisa mengevaluasi cahaya absolut dari subjek. Kamera
memiliki algoritma yang rumit untuk memperkecil kekurangan ini, dan
mengestimasikan seberapa terangnya gambar. Estimasi ini seringkali
menempatkan tingkat terang gelap di mid-tone, namun, meskipun hal ini
dapat digunakan pada kebanyakan subjek, tapi untuk high atau low key
akan menyebabkan kesalah exposure. Karena itu gambar high key dan low
key seringkali membutuhkan pengaturan exposure secara manual
dibandingkan apa yang dapat dilakukan kamera secara otomatis. Anda perlu
mengatur exposure value dan exposure compensation ke angka yang tinggi
untuk mengatasi ini. Misalnya, gambar high key membutuhkan exposure yang
lebih lama dari yang disarankan, sementara gambar low key membutuhkan
waktu exposure yang lebih pendek.
Sumber:
Tipsmotret
Sumber:
Tipsmotret
Tag :
Photography,
Walkthrought,
Histogram pada Kamera Camera
By : ReynApa Itu Histogram Pada Fotografi Digital ?
Histogram adalah alat yang sangat berguna, didesain untuk
menbantu fotografer menilai exposure dan mengidentifikasi dengan mudah
dan cepat kemungkinan terjadinya underexposre atau overexposure.
Histogram adalah grafik 2 dimensi – sering kali tampak seperti barisan
gunung – yang menggambarkan tingkat tonal foto.
Bagaimana cara membaca histogram
Sumbu horizontal menggambarkan range gambar dari hitam total (0, kiri jauh) sampai putih total (255, kanan jauh); sementara sumbu vertikal menggambarkan berapa banyak pixel menilai itu. Jika histogram menunjukkan sejumlah besar pixel berkumpul di ujung sebelah kiri mengindikasikan gambar underexposure, dan jika sejumlah besar pixel berkumpul di ujung sebelah kanan mengindikasikan gambar overexposure. Grafik yang menunjukkan puncak yang sempit di tengah – tanpa pixel hitam atau putih – menunjukkan bahwa gambar kurang kontras dan hasilnya terlihat datar dan kurang hidup.
3 foto berikut ini semuanya terekspos dengan benar, namun histogram
ketiganya sama sekali berbeda. Lihatlah bagaimana masing-masing objek
mempengaruhi grafik histogram. Gambar-gambar ini membantu memperlihatkan
bahwa meskipun histogram merupakan alat bantu yang penting untuk
mendapatkan exposure yang baik, histogram dapat tampil dalam berbagai
bentuk dan ukuran.
Menilai exposure dengan histogram
Kamera digital memungkinkan anda untuk melihat histogram pada monitor LCD kamera lewat playback, sehingga mudah untuk menilai exposure yang tepat setelah mengambil gambar. Dan jika hasilnya tidak memuaskan, anda bisa mengatur kembali exposure dan memotret ulang. Ini adalah cara yang jauh lebih baik untuk menilai exposure dari sekedar melihat display gambar pada LCD karena sulit untuk membuat penilaian yang akurat dari foto yang telah diambil dengan adanya cahaya yang terpantul dimonitor, terutama jika berada diluar ruangan karena pantulan dari monitor dapat menipu mata.Sumber:
Tipsmotret
Tag :
Photography,
Walkthrought,
Matering dalam Kamera Camera
By : Reyn
Metering adalah cara mengukur kondisi cahaya saat merekam foto
untuk mendapatkan exposure yang tepat. Anda sudah mempelajari shutter
speed, aperture serta mode exposure. Tapi sebelum anda menentukan itu
semua, ada satu hal yang harus dilakukan yaitu mengukur tingkat
kecerahan objek. Dari sinilah pengukuran exposure dimulai.
Tipe metering
Ada 2 tipe metering yaitu, TTL (throught the lens) metering yang tertanam dalam kamera (built in), dan metering melalui alat terpisah (light meter genggam). Sistem metering yang dimiliki kamera digital saat ini sangat canggih dan akurat, namun dalam keadaan cahaya yang tidak biasa dan kontras dapat juga membuat kesalahan.
Throught the lens (TTL) metering adalah otak dari kamera digital yang
menentukan kombinasi shutter speed dan aperture berdasarkan ISO yang
digunakan dan cahaya yang ada. Sistem TTL metering mengukur pantulan
cahaya yang masuk ke lensa. Karenanya, tidak seperti light meter yang
terpisah, TTL metering secara otomatis menyesuaikan diri dengan faktor
eksternal seperti filter yang terpasang atau memotret gambar yang
diperbesar.
Kamera mengkalkulasi exposure berdasarkan pola metering yang digunakan
untuk mengukur cahaya yang mengenai sensor. DSLR memiliki rangkaian
pilihan pola metering, seperti multi segment, centre weighted (fokus
ditengah) atau spot metering - yang masing-masing dirancang untuk
mengukur cahaya dengan cara yang berbeda. Pola metering pada kamera
digital saat ini dirancang untuk meminimalisir kesalahan exposure.
Penting untuk memahami masing-masing metode mana yang paling baik untuk
objek yang sedang anda foto.
Macam- macam TTL metering
Multi Segment Metering
Tipe ini menyajikan rasio sukses yang besar bagi fotografer. Biasanya
setting ini merupakan setting default kamera karena dapat diandalkan
dalam berbagai kondisi cahaya. Tipe metering ini mengukur cahaya dari
berbagai area dari suatu frame gambar kemudian mengkalkulasinya secara
keseluruhan.
Metering tipe ini memiliki nama yang berbeda misalnya evaluative untuk
Canon dan matrix untuk Nikon. Multi segment metering sangat efektif
terutama untuk foto landscape dan objek yang bernuansa mid-tone, dan
range terang-gelapnya berada pada dinamic range kamera. Sistem ini tidak
terlalu berguna jika anda ingin merekam satu area spesifik dari gambar
seperti siluet atau objek yang membelakangi cahaya. Multi segment
metering sangat efektif jika subjek mid-tone seperti gambar persawahan
di atas.
Centre Weighted Metering
Sistem ini bekerja dengan memukul rata semua cahaya yang jatuh pada
seluruh frame, namun dengan penekanan pada bagian tengah frame. Sekitar
75 % dari pembacaan cahaya didasarkan dari lingkaran tengah, dapat
terlihat pada viewfinder. Centre weighted metering bekerja berdasarkan
teori bahwa objek utama biasanya terletak ditengah frame. Karenanya
sistem ini cocok untuk foto portrait atau situasi dimana objek memenuhi
sebagian besar ruang dari frame.
Sistem metering centre weighted menekankan pada cahaya yang jatuh
ditengah frame dan dapat diandalkan untuk memotret objek yang memenuhi
frame seperti foto close up bunga mawar ini.
Spot dan Partial Metering
keduanya adalah jenis yang paling akurat dari TTL metering. kedua sistem
ini mengkalkulasi keseluruhan exposure hanya sebagian kecil dari frame,
tanpa dipengaruhi oleh cahaya dibagian lain. Spot metering biasanya
hanya membaca 1-4 % dari lingkaran tengah frame dan partial metering
membaca area sedikit lebih besar biasanya 10-14%.
Bulu burung hantu yang putih sangat kontras dengan background yang hitam
pekat, gambar jadi sulit untuk diukur dengan tepat. Jadi, digunakan
spot metering untuk mengukur dari kepala burung hantu.
Spot dan partial metering memberikan lebih banyak kontrol pada tingkat
akurasi exposure daripada sistem metering yang lain. Namun juga
memerlukan usaha yang lebih besar untuk mengarahkan metering spot secara
langsung menghadap area dari gambar yang diinginkan. Dengan hanya
mengukur cahaya dari sebagian kecil dari keseluruhan frame, anda juga
bisa mendapatkan pembacaan yang benar dari objek kecil dan spesifik dari
gambar. Ini sangat berguna terutama saat berhadapan dengan kondisi
gelap-terangnya cahaya berganti-ganti atau sangat kontras seperti jika
backgroundnya jauh lebih terang dari objek karena cahaya berasal dari
belakang (backlit).
Meskipun lingkaran spot metering berada ditengan viewfinder, pada beberapa model fotografer dapat memilih off centre spot yang digunakan saat objek tidak ditengah. Jika kameramu tidak memiliki pilihan ini, ambil pembacaan spot metering diarea yang diinginkan kemudian lakukan auto exposure lock (AE-L) sebelum mengganti komposisi gambar yang akan diambil.
Sumber:
Tipsmotret
Tag :
Photography,
Walkthrought,








